Promosi RASDA dilakukan pada momentum HPS 2014 dan bertepatan dengan Hari Jadi KulonProgo pada tanggal 15 Oktober 2014 di Alun-alun Wates, Kulonprogo. Kegiatan ini dihadiri sekitar 8500 peserta dari Wakil Gubernur DIY, Jajaran Pemkab Kulonprogo, SKPD, PNS, Seniman, Gapoktan, dan utusan Bupati/Walikota Se-DIY, Bupati Serdang Bedagai, Magelang, Kebumen dan peserta dari NGO/organisasi petani yang terlibat advokasi RASDA dari wilayah Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah dan NTB.

Pelaksanaan Pada momentum Peringatan Hari Pangan Sedunia ini, Pemkab Kulonprogo mempromosikan Logo Bela dan Beli Kulon Progo dengan etos Madep Mantep Pangane Dhewe. Bupati Kulonprogo juga pada momentum melakukan Ikrar untuk menjalankan Program RASDA sebagai manifestasi program bela dan beli di Kulonprogo. Pada peringatan ini digelar atraksi kebudayaan yang secara umum menggambarkan Kabupaten Kulonprogo berkomitmen untuk melaksanakan RASDA. Pagelaran kebudayaan dimulai dengan pertunjukan teatrikal secara kolosal dengan judul “ Lenggang Bukit Padi”. Pagelaran ini dimulai dengan prosesi tarian yang menggambarkan menanam padi, dilanjutkan dengan adanya serangan hama penyakit, dan munculnya pasukan yang melawan hama. Pada tahap selanjutnya menggambarkan tarian kolosan saat panen dan dilanjutkan dengan 24 grup gejog lesung yang menumbuk padi. Ketika padi sudah menjadi beras, maka diluncurkanlah program RASDA yang digambarkan dengan Ogoh-ogoh setinggi 6 x 4 meter yang dibawa oleh 8 orang. Ogoh-ogoh ini berisi tulisan RASKIN NO, RASDA Yes! sebagai simbol Kabupaten Kulonprogo berkomitmen melakukan pengadaan beras daerah dari petani setempat.

Display RASDA di Depan Rumah Dinas Bupati Kulonprogo

Selain melalui peringatan HPS, Promosi RASDA dilakukan dengan membuat Display RASDA di Depan Rumah Dinas Bupati Kulonprogo pada tanggal 15 Oktober 2014. Display RASDA menggambarkan seluruh proses advokasi RASDA yang sudah dilakukan selama ini di berbagai wilayah; Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, NTB, Kutai, Jambi dan Riau. Display RASDA berupa materi-materi RASDA dalam bentuk 2 Banner besar berukuran 6 x 4 meter yang dipasang di tempat strategis (depan Halaman Rumah Dinas Bupati) sehingga masyarakat umum bisa membaca dengan jelas. Selain banner, Tim advokasi RASDA juga membagikan leaflet dan poster yang menggambarkan proses advokasi RASDA kepada para pengunjung display.

Ajang Display RASDA juga menggunakan miniatur lumbung pangan dari 4 wilayah, Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan NTB. Hingga saat ini petani padi dari berbagai wilayah yang melakukan advokasi RASDA masih menjaga lumbung pangan sebagai bentuk kekuatan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Di masing-masing lumbung pangan tim advokasi RASDA juga mempublikasikan berbagai macam pangan lokal yang dikembangkan oleh petani dari berbagai wilayah. Produk olahan pangan lokal dari Kabupaten Kulonprogo juga dipamerkan dalam rangka menumbuhkan berbagai insiatif lokal dalam konteks ketahanan pangan.

Untuk mempromosikan RASDA kepada masyarakat umum, Tim Advokasi RASDA menyiapkan 1 orang yang menjelaskan bagaimana RASDA di masing-masing daerah. Selama proses Display RASDA ini dihadiri oleh para pengunjung dari berbagai kalangan, pemprov DIY, Pemkab Kulonprogo, Utusan Pemda dari Jateng, Sumut, akademisi, budayawan, aktifis NGO, organisasi petani, dan masyarakat umum. Tim Advokasi RASDA juga membuat pers release yang dibagikan kepada sejumlah wartawan baik cetak, online maupun elektronik.

 

Kenduri Hari Pangan Sedunia Di Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih Kulonprogo

Promosi RASDA juga dilakukan hingga tingkat basis, dalam hal ini melalui Kenduri Hari Pangan Sedunia di Balai Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih, Kulonprogo. Acara kenduri ini dihadiri oleh seluruh peserta dari berbagai wilayah; sumatera, Jabar, Jateng, DIY, dan NTB. Selain itu, peserta yang terdiri dari 7 kelompok tani di Desa Sendangsari ikut menghadiri kegiatan ini. Kelompok budayawan lintas agama di Kulonprogo yang selama ini turut serta melestarikan budaya petani juga hadir dan memimpin ritual kenduri Hari Pangan Sedunia dalam rangka Advokasi RASDA.

Proses Kenduri dimulai dengan berdoa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Sendangsari yang intinya mendukung penuh niat luhur dari program RASDA. Pada kesempatan ini tim Inprosula menyampaikan mengenai pentingnya RASDA sebagai upaya meningkatkan pendapatan petani padi di Indonesia dan mampu memberikan beras yang aman dan layak dikonsumsi untuk masyarakat miskin setempat. Pada kesempatan ini Direktur Inprosula sebagai Ketua Tim Advokasi RASDA mendapatkan mandat dari peserta kenduri Hari Pangan Sedunia untuk terus memperjuangkan RASDA hingga tingkat nasional. Prosesi pemberian mandat ditandai dengan pemberian Tumpeng oleh Kepala Desa Sendangsari kepada Bapak Sarijo.


Hubungi Kami


Sekretariat Inprosula

Jl Magelang Km 4.3 Gg. Jatimulyo Tri/373A Yogyakarta 55242

+62 274 562370